Tekan Biaya Anggaran Negara, Bapas Baubau Luncurkan Tiga Program Inovasi

BAUBAU, ARUSNUSANTARA.COM – Ditengah perkembangan reformasi birokrasi dan revolusi digital yang kian pesat, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau terus berbenah ke arah lebih baik. Hal ini dikatakan Kepala Bapas Baubau, Sri Maryani, Rabu (22/2/2023).

Menurutnya, tuntutan akan lahirnya tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, efektif dan efisien diharapkan mampu menghadirkan kemudahan, kecepatan, ketepatan, biaya murah, dan bersih dari segala bentuk penyimpangan tidak bisa ditawar. Sehingga kinerja organisasi kian meningkat dan mampu memberi manfaatin yang signifikan bagi para pengguna layanan ataupun masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, lanjutnya, Bapas Baubau yang memiliki tugas dan fungsi pokok melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), Pendampingan, Pembimbingan, dan Pengawasan telah membuat tiga inovasi layanan berbasis informasi dan teknologi. Inovasi ini diberi nama “Three La” yang berarti, Lakili atau Layanan Tracking Litmas. Laboni atau Layanan Bimbingan Online dan Lapobar atau Layanan Pos Bapas Raha. “Ketiga inovasi ini cukup ampuh mendorong sistem kerja yang efektif dan efisien, memberi manfaat kemudahan dan berbiaya murah bagi para pengguna utama layanan Bapas Baubau seperti penyidik Anak kepolisian dan mitra APH lainnya.
“Para klien pemasyarakatan yang sedang menjalani proses pembimbingan, dan terhadap Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raha dalam hal proses serah terima narapidana ke Bapas Baubau,” tambahnya.

Kata dia, program ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan layanan sebelumnya yang masih klasikal dan serba manual. Setiap layanan membutuhkan waktu yang lama dan berbiaya mahal. Kini ketiga aplikasi tersebut telah mempersingkat waktu dan terbilang tak berbiaya bagi pengguna yang bersinggungan langsung dengan layanan Bapas Baubau.
“Dulu, penyidik Anak kepolisian terutama bagi penyidik Anak di daerah-daerah terpencil seperti diwilayah kepulauan Kabupaten Wakatobi, Bombana dan Buton Utara yang butuh bantuan dalam layanan pembuatan laporan litmas dan permintaan pendampingan terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH), maka penyidik kepolisian harus datang langsung ke kantor Bapas Baubau mengantar surat permintaan ataupun mengirim surat melalui jasa kirim. Biayanyapun tergolong mahal bisa sampai ratusan ribu rupiah bahkan bisa mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.

Tak hanya itu, lanjut dia. Proses pembimbingan klien, serah terima dan regitrasi SDP narapidana dari Rutan Raha juga sama butuh biaya yang besar. Saat itu, semua harus dilakukan secara fisik dan wajib datang langsung ke kantor Bapas Baubau. Kini semua dimudahkan dengan aplikasi Three La ini. Cukup dengan menggunakan handphone android dan fasilitas jaringan wifi.
“Untuk permintaan litmas dan pendampingan ABH oleh penyidik Anak tinggal upload scanan surat dan mengirim melalui aplikasi “Lakili” maka petugas Bapas Baubau segera menindaklanjuti, sementara untuk pembimbingan terhadap klien telah dapat dilakukan kapan dan dimanapun dengan menggunakan aplikasi “Laboni”.

“Sedang untuk proses serah terima dan registrasi SDP narapidana Rutan Raha ke Bapas Baubau cukup dilakukan oleh petugas Bapas Baubau yang bertugas di Pos Bapas Raha dengan melakukan upload data ke aplikasi “Lapobar,” ungkapnya.

Selain memudahkan, aplikasi ini juga dinilai dapat menekan anggaran negara agar lebih hemat. Utamanya dari instansi mitra kerja yang beririsan langsung dengan layanan Bapas Baubau. Disamping itu, beban biaya klien Pemasyarakatan yang datang ke Bapas Baubau untuk mendapatkan hak pembimbingannya dapat diminimalisir tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pembimbingan. (Adm)

Related articles

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Iklan

Latest articles